Potensi desa: Budidaya Ternak Lele untuk Mengatasi Pangangguran di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Pandemi ini menyebabkan beberapa pemerintah daerah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingg terhadap pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, aktivitas pendidikan, dan aktivitas sosial lainnya. Menurunnya berbagai aktivitas ini berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat rentan dan miskin. Oleh sebab itu, pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 serta kebijakan kebijakan yang bersifat penanggulangan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi ini.

Adanya Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) Sehingga masyarakat  tidak bisa melakukan pekerjaan ke luar Indonesia dikarenakan masih keadaan pandemi. Hal itu, yang menjadi penyebab masyarakat  membuka usaha di rumah, seperti yang dilakukan oleh Sumojo warga desa Sumbermulyo. Bapak Sumojo biasa pergi merantau ke Malaysia, dikarenakan ada peraturan pemmerintah yang tidak memperbolehkan bepergian luar negeri sehingga beliau membuka usaha ternak lele di rumah. Usaha tersebut dimulai tahun 2020 lalu telah dirintis oleh bapak Sumojo di rumahnya di desa Sumbermulyo.

Usaha dimulai dengan pembelian bibit lele dari modal kecil. Modal didapat dari uang sisa tabungannya, untuk itu ia berusaha sepintar mungkin untuk bisa memutar modalnya agar bisa mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Usaha ini ditekuni sampai sekarang yang membuahkan hasil yang cukup baik. Usaha yang dilakukan sementara ini hanya ternak ikan lele, karena untuk lebih fokus mengurusinya. Diharapkan usahanya agar cepat berkembang dan bisa membudidaya ikan lainnya. Untuk penjualan ikan lele dilakukan kurang lebih umur ikan lele 2,5 -3  bulan. Penjualan dilakukan secara langsung kepada penjual belanja atau yang ditawarkan kepada masyarakat sekitar. Perhitungan pakan per bulan dengan 20.000 ekor lele sebanyak Rp 3.500.000. Pendapatannya sendiri tergantung penjualannya setiap hari untuk harga lele 1 kg sebesar Rp 20.000, penjualan setiap hari tidak selalu sama, untuk pendapatannya perhari bisa mencapai Rp 250.000. Dengan usaha yang telah didirikan oleh bapak Sumojo sehingga beliau dapat mengatasi tidak adanya pekerjaan selama pandemi, jadi meskipun tidak bisa merantau tetapi masih bisa membuka usaha di rumah.

Pemberian Makan Pelet untuk Bibit Lele

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan